Damai Itu Sendiri
" Ya udah hati - hati dan jaga kesehatan selalu ya kak... "
" I miss U Ni... "
" Ih... apa sich kak... "
Penutup percakapan via perangkat telekomunikasi elektronik yang ideal dan selalu ditunggu.
Tiap kali mendengar kalimat yang menyamarkan kejenuhan agar lebih seperti perhatian dan kepedulian dari orang - orang tertentu, ternyata mampu walaupun sejenak menghilangkan semua cemas dan prasangka buruk. Sekedar menenangkan hati bahkan meyakinkan kita untuk percaya bahwa semua baik - baik saja.
"Ni, aku telah berdamai dengan keinginan serta harapan ku. Kedamaian kecil yang kau tambahkan semakin membuatnya erat."
" Still classic. "
Dalam keinginan dan harapan, selalu hal indah dijadikan target, lalu hasil terbaiklah yang semua orang ingin capai. Namun tahukah anda?, tidak semua orang inginkan anda sekalian bahagia. Walaupun dia orang yang mengaku paling memperdulikan anda.
Sekejap menyadarkan diri untuk kembali mengerti apa bahagia itu?
Dimata kami, bahagia terkadang tak sama mungkin karena tak selalu bersama - sama. Lebih khususnya lagi di antara kami dari awal kenal memang sudah bebeda, baik rasa ataupun cara dalam mendefinisikan dan menggapai kebahagiaan.


