بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
"Semoga yang membuat dan menulis cerita
ini selalu dalam lindungan ALLAH swt, dan kebahagiaan selalu menaungi
hari - hari depannnya..."
"Cerita ini sangat menginspirasi dan harapan kami semoga kedepan anak - anak bangsa tumbuh menjadi pribadi yang sangat mencintai negerinya dan mampu mengharumkannya dengan ribuan dan jutaan prestasi didunia"
"اَمِين... اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن... "
"Cerita ini sangat menginspirasi dan harapan kami semoga kedepan anak - anak bangsa tumbuh menjadi pribadi yang sangat mencintai negerinya dan mampu mengharumkannya dengan ribuan dan jutaan prestasi didunia"
"اَمِين... اَمِين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن... "
Alkisah
Seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu.
Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah bersama-sama ayam kampung.
Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas.
Sang ahli unggas itu terkejut.
“Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran.
“Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran.
Sungguh mengherankan bukankah itu adalahg burung garuda !” ujarnya kepada pemburu.
“Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
“Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu.
Taklama kemudian, burung garuda itu ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh. “Betul, kan?” ujar si pemburu. “Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi.
Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang Garuda itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan : “Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa.
“Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.
“Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu.
Taklama kemudian, burung garuda itu ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh. “Betul, kan?” ujar si pemburu. “Dia bukan garuda lagi!”
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi.
Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang Garuda itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan : “Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa.
Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah.
Terbanglah! Membubunglah! ” Garuda dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Terbanglah! Membubunglah! ” Garuda dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar