بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Cita – cita mulia dan baik akan selalu mendapatkan
halangan dan rintangan dalam mewujudkannya...
Sebuah kata klise yang seringkali
muncul di benak kita adalah betapa indahnya akhir dari cita – cita tersebut
manakala benar – benar mulus dan lancar tiap jalan yang dilalui dalam
pelaksanaan menuju keberhasilan cita – cita mulia tersebut.
Banyak kita lalai dan cendrung
ingkar akan konsekuensi setiap apa yang kita inginkan akan ada hambatan dan
semua itu harus dilalui bersama...
Semua kata nasihat akan sulitnya
suatu proses manakala kita tersendat dan menemui kesulitan yang kita sering
menganggapnya hal yang mustahil akan kita lewati adalah kembali ke awal, ya...
kembali ke pondasi ke akar ke tujuan awal dan mulai kembali menyusun segala
sesuatunya sesuai dengan apa yang dahulu direncanakan dan dicita – citakan.
Kata mustahil itu hanya untuk
para pecundang bukan untuk kita yang merupakan pemenang, kita hanya menemui
sedikit sekelumit masalah yang sebenarnya mampu kita lewati seandainya. Nah seandainya...
J
Dalam hal ini semua masalah dan
hambatan selaiknya di musyawarahkan dan di cari akar permasalahannya kemudian
di ambil suatu keputusan bersama dan diambil komitmen untuk penuntasan masalah –
masalah tersebut dengan penuh dedikasi dan semangat kerja yang dengan semangat
gotong royong dengan semangat keyakinan
bahwa masalah hanya membuat hanya menginginkan kita untuk lebih baik.
Kata Kita adalah jamak, dan kata
kita adalah perwujudan aku, kamu, dan kita semua termmasuk disana elemen –
elemen lain yang tentunya adalah Do’a.. ya... dengan berdo’a maka semua kesulitan akan dirasa mudah, semua
tekanan akan dirasa kian membuat kita dewasa dan menjadi pribadi yang lebih
baik dan semakin dewasa mendekatkan kita kepada apa yang kita cita – citakan.
Apa yang kita inginkan dan apa
yang kita cita – citakan sedikit sekali berisi akan suatu kemudhoratan baik itu
diri pribadi ataupun khalayak. Yang kita butuhkan hanyalah keterbukaan dan rasa
saling percaya. Dimana kita adalah team kita adalah kelompok, dan kita ada
dalam suatu perkumpulan orang – orang positive yang menginginkan hal – hal yang
positive dan untuk kehidupan yang lebih baik dikemudian hari.
Kita adalah alat untuk mencetak
suatu sistem baik dan bermanfaat untuk generasi – generasi setelah kita. Kita adalah
wadah dimana kita merupakan penentu dari apa yang akan di rasa, dinikmati, dan
di lihat generasi – generasi masa depan. Akankah kita menjadi kenangan indah
dan selalu mereka kenang... atau kita hanyalah sekelumit pengalaman pahit
kenangan buruk yang kelak harus mereka pendam, mereka sembunyikan dan mereka
lupakan seolah kita tidak pernah ada.
Kita adalah generasi penentu akan
dibawa kemana akan diarahkan kemana generasi – generasi setelah kita.
