ABDURRAHMAN ALFAJRI MOYANKAY'S السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Genderang Kalbu
Genderang Kalbu

Senin, 24 September 2018


Damai Itu Sendiri

" Ya udah hati - hati dan jaga kesehatan selalu ya kak... "

" I miss U Ni... "

" Ih... apa sich kak... "

Penutup percakapan via perangkat telekomunikasi elektronik yang ideal dan selalu ditunggu.

Tiap kali mendengar kalimat yang menyamarkan kejenuhan agar lebih seperti perhatian dan kepedulian dari orang - orang tertentu, ternyata mampu walaupun sejenak menghilangkan semua cemas dan prasangka buruk. Sekedar menenangkan hati bahkan meyakinkan kita untuk percaya bahwa semua baik - baik saja.

"Ni, aku telah berdamai dengan keinginan serta harapan ku. Kedamaian kecil yang kau tambahkan semakin membuatnya erat."

" Still classic. "

Dalam keinginan dan harapan, selalu hal indah dijadikan target, lalu hasil terbaiklah yang semua orang ingin capai. Namun tahukah anda?, tidak semua orang inginkan anda sekalian bahagia. Walaupun dia orang yang mengaku paling memperdulikan anda.

Sekejap menyadarkan diri untuk kembali mengerti apa bahagia itu?

Dimata kami, bahagia terkadang tak sama mungkin karena tak selalu bersama - sama. Lebih khususnya lagi di antara kami dari awal kenal memang sudah bebeda, baik rasa ataupun cara dalam mendefinisikan dan menggapai kebahagiaan.

Minggu, 23 September 2018






" Tiap kata punya cerita. 
Dan cerita, tak semua orang harus tau. 


*
Curhat... ya curhat aja...

"Kemana emang?"

"Ya... terserah kamu aja maunya kemana Ni..."

Sulit untuk diketahui apa kondisi sesungguhnya dari hubungan 2 orang manakala mereka tidak jujur tentang apa niat dan mau hati. Dan keadaan ini akan menjadi lebih sulit lagi manakala salah seorangnya mencoba faham ternyata salah maksud.

Tahu, namun sering kali tak memahami. Kebaikan dikira kelemahan dan penolakan kasar dirasa kurang nyaman untuk dihadapi setiap harinya.

"Kemanapun, sebenarnya asalkan ada kamu di dekatku sama saja Ni. Karena kamu tujuanku."

What...? verry classic..

Kejujuran selalu diartikan dengan kebaikan, dan kebaikan di zaman ini seringkali diidentifikasikan sebagai suatu kelemahan.

Dan untuk tidak nampak lemah, terkadang enggan untuk berbuat baik. Sering dijahati dan sulit berprasangka baik semakin jauh dari kebaikan itu sendiri.