ABDURRAHMAN ALFAJRI MOYANKAY'S السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Genderang Kalbu
Genderang Kalbu

Jumat, 20 Desember 2013

Ini Bukan Untukku




"ibu"
( Ini bukan untukku )

Ibu....

Tiada hari tanpa henti kau doakan aku...
Kutahu, kudengar semua dari balik dinding kamarmu...
Kau terisak memohon kepada Tuhan dalam do'amu, kau harapkan kebahagiaan dan bagusnya masadepanku...

Tangismu kau tahan wujud tabahmu menantikan ɪ̣̇tu...

Ibu...

Tak mampu airmata ini Kutahan agar Ia tak menetes...

Setiap kali kutatap engkau tersenyum, tersirat cemas dibalik garis-garis keriput diwajahmu akan kebahagiaan hari depanku...

Ibu...

Tak pernah kau tanyakan keadaanku... Keyakinan akan kebahagian hari-hariku membuat engkau tenang dan lembut penuh kasih sayang tak henti kau curahkan padaku...

Ibu...

Ingin kuungkap cerita jujur tentangku padamu... Namun akal sehatku dan rasa baktiku mencegahnya ibu...

Ibu...
Nasib sepertinya tak berpihak pada do'amu...
Mengenaskan... Keringat yang tercucur dari balik kulit anak tercintamu ini tak terbayar...
Do'a dan gelisahmu belum dilirik sang pencipta ibu...
Kepahitan dan kegelisahan akan hari esok selalu melanda setiap jengkal langkah anakmu...

Ibu...
Benarkah dunia mendzolimi dirimu yang selalu setia mendo'akan aku...

Atau kelak... Waktu itu datang nanti Ibu...
Bahwa benar kebahagian ɪ̣̇†ʊ̈̇ tiba...

Tetaplah disini ibu..
Tetaplah disampingku...
Iringi kebahagiaanku ibu...
nikmatilah hasil jeripayah sujudmu ibu...

Namun jika do'amu belum terjawab jua...
Ibu...
Hentikan ibu...
Hentikanlah semua keluh kesahmu tentangku ibu...
Berhentilah kau bersimpuh dihadapan Tuhan memohon kebahagiaanku ibu...
Karena disana keadaan tak seperti apa yang kau harapkan...
Kegigihan dan kejujuran bukanlah modal utama untuk bahagia ibu...

Disana kebejatan moral sang penguasa seakan-akan menertawakanmu ibu...
Aku tak sanggup...
Aku tak tahan melihat engkau yang begitu tulus dan lugu...
Tetap setia bersimpuh dan berharap banyak akan aku Ibu...

Berharap akan kebahagiaan dan kemuliaan anakmu ΐŋΐ...

Ibu...
Jika kelak disana bahagia tak kunjung datang...
Nyatalah ibu...

Hidup tak semudah yang kita bayangkan dan seperti apa yang kau dongengkan padaku setiap malam...
Dimana setiap sesuatu itu yang baik pasti menang...

Ibu...
Nyatalah Dunia sudah tak diporosnya lagi...
Dunia telah jauh dari garis edarnya...

Ibu... Sudahlah ibu...
Kenapa engkau tak jua berhenti berdo'a...

Baiklah ibu...
Kalaupun engkau tetap bersikeras....
Kumohon hentikan do'amu untukku...
Do'akanlah sang penguasa...
Do'akan juga agar tak bertambah anak cengeng sepertiku...

Yang hanya bisa menangis karena tak mampu membela keluarganya...
Tak mampu membahagiakanmu ibu...
Do'akanlah mereka ibu..
Do'akanlah mereka...
Mereka lebih membutuhkan do'amu lebih daripada aku...

Ibu... Kesetiaanmu menjadi dukaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar